Mengampuni dan Melupakan

Mengampuni dan Melupakan

Dalam setiap kesempatan, peristiwa, dan pengalaman hidup, kita pasti pernah merasakan yang namanya sakit hati, kesal, serta kecewa pada seseorang atas perbuatan atau perkataannya. Hal ini sering membuat kita bisa memaafkannya, tetapi terkadang belum tentu juga pada tahap mengampuni.

“Ketika hati dan hidup kita dihakimi atau disakiti, Tuhan Yesus akan memberi hati yang mengampuni dan mengasihi.”

 

Memang susah sekali untuk bisa mengampuni seseorang, tetapi ketika mengetahui buah hasil dari mengampuni seseorang adalah kita akan merasakan suasana surgawi, merasa sukacita dan kita akan merasakan buah-buah Roh (Galatia 5:22 -23).

Mengapa kita sulit untuk mengampuni?
Ini karena kita belum bisa mengampuni diri sendiri. Ada celah di dalam diri sendiri yang sulit membuat kita bisa mengampuni orang lain. Jadi, seharusnya kita mengampuni diri sendiri dulu, baru mengampuni orang lain.

Hal yang paling sulit adalah karena kita masih mengingat kesalahan atau perbuatan orang lain yang membuat kita sulit mengampuni. Memang, sih kadang kala perbuatan tersebut membuat kita sedih, sakit hati, dan lainnya. Namun, lebih baik hidup dengan pengampunan tanpa dendam. Ingat, lebih baik melupakan daripada disimpan terus-menerus.

Buah dari pengampunan itu sendiri adalah ketika kita bisa mengampuni orang lain, kita akan mendapatkan pengampunan Ilahi dari Allah Bapa. Allah Bapa juga selalu mengampuni kita. Masak kita muridnya tidak bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Ingat aja doa Bapa Kami yang selalu kita doakan.

Kunci untuk bisa mengampuni adalah

  1. MOVE ON (karena Tuhan adalah Hakim yang Adil.)
  2. Berdoa minta pertolongan Roh Kudus agar kita bisa memaafkan dan mengampunin orang yang bersalah kepada kita. Sebelumnya, kita pun harus mengikuti sakramen pertobatan agar Tuhan membantu kita supaya bisa mengampuni orang lain.
  3. Terpenting adalah memulihkan dan menyembuhkan diri sendiri .

Mengampuni akan membawa berkat bagi kita. Mengampuni dan melupakan akan membuat hidup lebih bahagia. Selamat belajar mengampuni dan melupakan. Bukan kamu saja yang berusaha, saya pun terus erusaha. Tuhan memberkati selalu.

Ditulis oleh Francisca Adhelia
Paroki Karawaci Gereja Santo Agustinus



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *