Orang Muda dalam Clean Up Jakarta

Orang Muda dalam Clean Up Jakarta

Keramaian dalam lengangnya Jakarta

15 September 2018, sehari sebelum Hari Ozon, ada sudut ramai di beberapa titik Jakarta. Mereka berkumpul dengan membawa plastik sampah, penjepit sampah, dan sarung tangan. Yap! Mereka berkumpul dalam rangka World Clean Up Day. Sesuai namanya, acara ini diselenggarakan serentak di seluruh dunia.

Nah, Indonesia juga turut berpartisipasi dengan nama Indonesia Clean Up Day 2018. Di Jakarta, terdapat 100 titik yang menyelenggarakan kegiatan ini karena banyak banget titiknya. Minduds mau bahas titik yang ada di Velodrome Jakarta Timur ya…

Joget dulu sebelum beraksi

Siapa, sih mereka?

Mereka adalah Gropesh (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup)! Inilah salah satu komunitas orang muda yang ada di bawah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Sebagai komunitas yang peduli pada lingkungan, Gropesh ambil bagian dalam kegiatan ini. Tidak tanggung-tanggung. Panitia pusat (Jakarta Clean Up) mempersilakan Gropesh diberi kebebasan untuk menentukan titik sendiri.

Gropesh

Tahun lalu, Gropesh melakukannya di Cilincing, khusus untuk komunitas saja. Tahun ini, ada yang berbeda. Gropesh open for public! Para peserta yang ingin bergabung dalam acara ini mendaftar di situs web indorelawan.org. Akhirnya, bergabunglah sekitar 150-an peserta yang ikutan dalam acara ini.

Kebersihan sebagian dari iman. Apakah kamu sepakat?

Tidak hanya orang muda katolik saja yang hadir, orang muda dari agama lain pun turut berpartisipasi. Tidak hanya orang muda, anak-anak, dan oma-opa pun ada yang ikutan. Staf Dinas Kebersihan juga ikutan, lho. Mereka berkumpul di SD Tarakanita 5, pukul 6 pagi! Kalo kaduds, jam segitu masih tidur ya? hahahha…

Kenapa SD Tarakanita 5?

Memilih lokasi di Velodrome Jakarta Timur, tentu para peserta membutuhkan titik kumpul. Terpilihlah SD Tarakanita 5 sebagai titik kumpul, tapi kenapa mau ya?

Acara ini sesuai dengan nilai Tarakanita, yaitu Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) yang punya komitmen untuk peduli pada lingkungan.

Teman-teman sedang membuat bubur sampah, nih..

Sekolah yang sudah punya bank sampah bernama green carlo ini menjadi sekolah bebas sampah sejak 2016. Mereka sudah bisa mengolah sampahnya sendiri, contohnya, kertas bekas pakai yang ada sudah dibuat menjadi kertas daur ulang. Keren, kan?

Ibu Ruli, sebagai kepada SD Tarakanita 5 memberi pesan bagi orang muda Katolik. Seperti salib, ada yang vertikal dan horizontal. Ke atas cinta kepada Kristus dan ke bawah cinta kepada Bumi. Kalau bukan OMK, lalu siapa lagi??

Inilah Ibu Ruli, Kepala Sekolah SD Tarakanita 5

Bumi yang cuma satu ini bukanlah warisan, melainkan titipan. Sebagai umat Katolik, iman tanpa perbuatan adalah mati. Maka, selain berdoa dan rajin ke gereja, mari kita lakukan tindakan nyata, kaduds.

Lalu, ada pesan-pesan juga dari Novi, Ketua Gropesh, “Yuk, kita mulai benar-benar melakukan gerakan untuk cinta lingkungan! Saya yakin, kita semua sudah peduli pada Bumi, tapi kurang action. Yuk, sama-sama bergerak!”

Nah, buat kaduds yang mau ikutan Gropesh, bisa cek aja akun Instagram @gropesh_

Kaduds, mari kita bergerak bersama untuk Bumi yang lebih baik, seperti katanya bunda Theresa “Kamu bisa melakukan hal yang aku tidak bisa, aku bisa melakukan hal yang kamu tidak bisa. Bersama kita bisa melakukan sesuatu”.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *